SPUN
SPUN layak masuk radar karena memilih masalah perjalanan yang sempit tetapi bernilai: visa, dokumen, aturan lintas negara, dan koordinasi yang mudah salah.
Profil Startup
Perusahaan teknologi Indonesia yang menarik untuk dipelajari: siapa pendirinya, apa yang dibangun, dari mana momentumnya, dan pertanyaan apa yang masih terbuka.
Perusahaan yang Perlu Dipahami
Baca sebagai titik awal: cukup ringkas untuk memindai pasar, cukup lengkap untuk memilih cerita mana yang layak digali lebih jauh.
SPUN layak masuk radar karena memilih masalah perjalanan yang sempit tetapi bernilai: visa, dokumen, aturan lintas negara, dan koordinasi yang mudah salah.
Baskit menarik karena bekerja di lapisan distribusi offline yang besar tetapi sering tidak terlihat: brand, distributor, retailer, inventory, cash flow, dan sell-through.
Sxored menarik karena workflow kredit di Indonesia masih banyak bergantung pada dokumen tidak rapi, pemeriksaan manual, dan operasi risiko yang lambat.
Ringkas menarik karena KPR adalah masalah koordinasi sebelum menjadi masalah fintech.
Rekosistem adalah salah satu cerita climate tech Indonesia yang paling konkret karena sampah bersifat fisik, lokal, dan sulit secara operasional.
Nexmedis layak dilacak karena healthcare SaaS di Indonesia punya kedalaman workflow: registrasi, rekam medis elektronik, farmasi, klaim, pelaporan, privasi, dan adopsi dokter.
Bababos menarik karena UKM manufaktur Indonesia sering lebih kesulitan pada bahan baku, reliabilitas pemasok, timing pembayaran, dan modal kerja daripada pada ide produk.
Sirsak menarik karena sampah kemasan semakin menjadi masalah pengukuran bagi brand, bukan sekadar pernyataan lingkungan.
LIQUID8 layak dipantau karena e-commerce selalu menciptakan sisa: barang retur, pengiriman gagal, inventori menua, dan overstock.
McEasy bukan perusahaan yang benar-benar baru, tetapi masuk kohort growth karena software logistik sedang memasuki fase adopsi yang lebih serius.
UENA mengingatkan bahwa food commerce tetap permainan operasi.
Eratani adalah agritech yang layak diikuti karena posisinya dekat dengan workflow petani: input, pembiayaan, pendampingan budidaya, dan akses pasar.